//subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/issue/feed SUBSURFACE 2026-06-22T04:31:30+00:00 Ida Herawati jtepe@universitaspertamina.ac.id Open Journal Systems <p><strong>SUBSURFACE</strong> is a single-blind peer-reviewed journal focused on publication of research regarding upstream petroleum energy, geothermal energy, and mineral resources for renewable energy supporting devices. Scope of the journal covers fields of geophysics, geology, petroleum engineering, as well as information and technology related to upstream business of energy resources.</p> <p>We publish twice a year in February and August. The publication is free of charge.</p> //subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/article/view/222 HYPOCENTER RELOCATION OF THE YOGYAKARTA AFTERSHOCK 3 JUNE 2006 USING THE DOUBLE DIFFERENCE METHOD 2025-09-29T02:04:18+00:00 Muhammad Devin Gunawan devin.gunawan24@gmail.com Iktri Madrinovella iktri.madrinovella@universitaspertamina.ac.id <p>Yogyakarta is one of the regions in Indonesia that is still actively experiencing deformation due to subduction activities of the Indo-Astralian plate and the Eurasian plate. The movement of tectonic plates causes cracks or fractures in rocks beneath the earth's surface. On May 27 2006, an earthquake occurred in Yogyakarta and its surroundings, including Bantul Regency and its surroundings. The cause of the earthquake on land was identified as coming from the Opak Fault and nearby faults which have not yet been identified. Hypocenter relocation is needed to obtain a more accurate hypocenter location, which is important for analyzing seismicity, tectonic conditions, geological structures, or fault zones. In this study, the double difference method was used for hypocenter relocation by utilizing the travel time of earthquake pairs to the station. Tests of several velocity models and damping values were also applied to improve hypocenter relocation results. The best results were obtained using the Koulakov speed model and a damping value of 30, which was then analyzed and validated based on the frequency of residual values. This research shows that the earthquake was influenced by the Ngalang Fault, the southern part of which is connected to the Opak Fault by a newly identified fault called the Oyo Fault.</p> 2025-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SUBSURFACE //subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/article/view/224 STUDI PETROGRAFI DAN DISTRIBUSI UKURAN KRISTAL (CRISTAL-SIZE DISTRIBUTION; CSD) PLAGIOKLAS PADA LAVA GUNUNG BATUR TAHUN 1904-1974 2025-10-16T02:21:58+00:00 Dimas Setya Kusuma Wahjoedi dimasetyaa123@gmail.com Rio Nugroho rio.priandri@universitaspertamina.ac.id Ida Bagus Oka Agastya iokaagastya@gmail.com <p>Penelitian ini dilakukan pada kawasan Kaldera Batur yang merupakan Taman Bumi Global Geopark UNESCO, berada di kecamatan Kintamani, kabupaten Bangli, provinsi Bali. Pada kawasan penelitian pada objek yang sama telah dilakukan studi mengenai petrogenesa batuan, akan tetapi belum pernah dilakukan studi mengenai dinamika magma pembentuk lava pada daerah penelitian khususnya melalui analisis distribusi ukuran kristal. Lava Batur memiliki mineralogi plagioklas, olivin, klinopiroksen, mineral opak, dan massa gelas. Terdapat fitur mikroskopik yang sama pada semua sampel berupa tekstur mikro plagioklas, yaitu <em>zoning</em> dan <em>sieve</em>. Proses magmatisme yang mempengaruhi pembentukan lava Gunung Batur adalah magma <em>mixing</em>, hal tersebut didukung dari hasil analisis petrografi dan distribusi ukuran kristal, dan juga oleh hasil perhitungan waktu simpan magma.</p> 2025-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SUBSURFACE //subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/article/view/227 STUDI WATERFLOOD PADA LAPANGAN X MENGGUNAKAN SOFTWARE CMG 2025-11-14T08:29:21+00:00 Muhammad Haries Septiyawan hariesseptiyawan@gmail.com Ajeng Purna Putri Oktaviani ajeng.ppo@universitaspertamina.ac.id <p>Penelitian ini membahas metode <em>waterflood</em>, teknik pemulihan minyak dengan menginjeksikan air dari sumur injeksi ke sumur produksi. Tujuannya adalah memodelkan simulasi <em>waterflood </em>pada reservoir heterogen menggunakan software CMG, menentukan strategi optimal pengaturan sumur, dan menganalisis efektivitas <em>waterflood</em> dalam meningkatkan <em>Recovery</em><em> </em><em>Factor</em><em> </em>(RF). Data simulasi diambil dari jurnal relevan, kemudian diuji dengan parameter sensitivitas BHP dan. Software CMG digunakan untuk memodelkan reservoir berdasarkan data seperti porositas, permeabilitas, tekanan, data PVT fluida, dan data sumur. Hasil simulasi menunjukkan RF tertinggi sebesar 36,95% dengan konfigurasi tekanan dasar sumur (BHP) injeksi 3000 psi, BHP produksi 2000 psi, dan laju injeksi 5000 bbl/hari. Optimasi dilakukan dengan mengubah nilai BHP injeksi dan produksi, menyesuaikan laju injeksi, serta menambahkan <em>hydraulic fracture</em> pada sumur produksi dan injeksi. Pemodelan menggunakan software CMG menunjukkan bahwa strategi optimasi efektif meningkatkan produksi minyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>waterflood</em> dapat meningkatkan efisiensi pemulihan minyak dengan strategi optimasi yang tepat.</p> 2025-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SUBSURFACE //subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/article/view/220 OPTIMASI PENENTUAN ZONA PERMEABILITAS PANASBUMI SORIK MARAPI DENGAN METODE PENGOLAHAN DATA GRAVITASI, FAULT FRACTURE DENSITY (FFD), BAND RATIO, DAN LAND SURFACE TEMPERATURE (LST) 2025-08-21T07:00:47+00:00 Muhammad Gussan Rangkuti muhammadgussanray03@gmail.com Dumex Sutra Pasaribu dumex.pasaribu@universitaspertamina.ac.id <p>Struktur geologi, suhu permukaan tanah, dan alterasi hidrotermal merupakan beberapa faktor yang dapat mengindikasikan karakteristik permeabilitas panasbumi. Penelitian ini dilakukan pada area Panasbumi Sorik Marapi, Sumatera Utara yang terbentuk pada sistem <em>pull-apart</em> Muara Sipongi di zona Sesar Sumatera untuk menentukan struktur geologi bawah permukaan, zona permeabilitas, hubungan sebaran suhu permukaan tanah dan area teralterasi hidrotermal terhadap zona permeabilitas, serta rekomendasi eksplorasi lanjutan panasbuminya. Metodologi yang dilakukan pada penelitian adalah fault fracture density, l<em>and surface temperature, band ratio</em>, pengolahan data gravitasi TOPEX, dan integrasi pengolahan data untuk mendapatkan peta integrasi zona permeabilitas panasbumi. Berdasarkan hasil penelitian area dengan tingkat permeabilitas paling tinggi berada pada bagian tengah ke utara area panasbumi. Area tersebut memiliki total nilai kepadatan kelurusan sebanyak 34-54 unit, suhu permukaan tanah 19.1°-27.8°C, berasosiasi dengan sesar permukaan dan bawah permukaan serta arah aliran fluida dan manifestasi permukaan dengan keterdapatan sebaran alterasi hidrotermal disekitarnya. Penelitian ini mengkonfirmasi dan memvalidasi delapan struktur sesar turun dan satu sesar naik bawah permukaan. Area dengan sebaran alterasi hidrotermal dan suhu permukaan tinggi mengindikasikan zona permeabilitas tinggi. Integrasi hasil data menunjukkan bahwa bagian utara area penelitian potensial sebagai area rekomendasi eksplorasi lanjutan Panasbumi Sorik Marapi.</p> 2025-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SUBSURFACE //subsurface.universitaspertamina.ac.id/index.php/SUBSURFACE/article/view/114 PREDIKSI LAJU PENETRASI PENGEBORAN DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MESIN PADA LAPANGAN GORGON DI AUSTRALIA 2026-02-20T06:38:25+00:00 Muhammad Sayyid Anwar Al Mahbub sayyidmahbub37@gmail.com Dara Ayuda Maharsi dara.maharsi@universitaspertamina.ac.id <p>Studi ini menyelidiki prediksi laju penetrasi (<em>Rate of Penetration</em>; ROP) di Lapangan Gorgon, Australia, dengan menggunakan pendekatan machine learning berbasis <em>Multilayer Perceptron Regressor</em> (MLP). Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh ukuran data pelatihan (<em>training data size</em>) dan pemilihan fitur (<em>feature selection</em>) terhadap kinerja model. Sebanyak tujuh dataset sumur (well datasets) digunakan dengan skenario eksperimental yang memvariasikan jumlah sumur pelatihan (dua dan tiga sumur) serta jumlah fitur input. Alur pengembangan model meliputi <em>exploratory data analysis, data preprocessing, model training, hyperparameter tuning</em>, dan evaluasi kinerja. Untuk merepresentasikan kondisi lapangan secara lebih realistis, diterapkan strategi<em> well-based data splitting</em>, di mana satu sumur diperlakukan sebagai blind data untuk menilai kemampuan generalisasi model. Evaluasi kinerja dilakukan menggunakan <em>Mean Absolute Percentage Error</em> (MAPE) dan koefisien determinasi (R<sup>2</sup>). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan jumlah sumur pelatihan meningkatkan akurasi prediksi, sedangkan penambahan fitur tidak selalu meningkatkan kinerja dan dapat menurunkan generalisasi. Kinerja terbaik dicapai pada skenario tiga sumur dengan tiga fitur input (MAPE 25% dan R<sup>2</sup> 0,71), menegaskan pentingnya representativitas data dan pemilihan fitur dalam pengembangan model ROP yang <em>robust</em>.</p> 2025-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 SUBSURFACE